Tag: gelombang panas

Berbagai Daerah Di Indonesia Terdampak Gelombang Panas

Bulan Mei 2024 di Indonesia diwarnai dengan cuaca panas yang luar biasa, bagaikan teriknya mentari di siang hari bolong. Gelombang panas ini melanda berbagai daerah di Indonesia, membawa suhu tinggi yang tidak biasa dan menimbulkan berbagai dampak.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gelombang panas ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

  • Posisi semu matahari: Saat ini, posisi semu matahari berada di dekat garis khatulistiwa, sehingga Indonesia menerima sinar matahari lebih banyak.
  • Kondisi La Nina: Fenomena La Nina di Samudra Pasifik menyebabkan berkurangnya curah hujan di Indonesia, sehingga udara menjadi lebih kering dan panas.
  • Minimnya awan: Kurangnya awan di langit memungkinkan sinar matahari menembus atmosfer dengan lebih leluasa, meningkatkan suhu permukaan bumi.

Gelombang panas Mei 2024 melanda berbagai daerah di Indonesia, namun beberapa daerah yang paling terdampak antara lain:

  • Jawa: Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Semarang
  • Sumatera: Palembang, Medan, Pekanbaru
  • Kalimantan: Banjarmasin, Pontianak, Balikpapan
  • Sulawesi: Makassar, Manado, Palu
  • Nusa Tenggara: Denpasar, Mataram, Kupang

Perlu diingat bahwa ini hanya beberapa contoh, dan masih banyak daerah lain di Indonesia yang juga terdampak gelombang panas.

Gelombang Panas Membakar Asia Tenggara

Asia Tenggara saat ini tengah dilanda gelombang panas yang luar biasa. Suhu di beberapa negara menembus angka 40 derajat Celcius, bahkan di Thailand mencapai 43.5 derajat Celcius, rekor tertinggi dalam sejarah! Fenomena ini bukan hanya membuat gerah, tetapi juga membawa dampak serius bagi kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.

Apa Saja Penyebab Gelombang Panas?

Penyebab utama gelombang panas di Asia Tenggara adalah kombinasi antara fenomena La Niña dan perubahan iklim. La Niña, pola cuaca di Samudra Pasifik, menyebabkan angin muson berkurang dan curah hujan minim di wilayah Asia Tenggara. Hal ini mengakibatkan langit cerah dan panas terik tanpa awan yang meneduhkan.

Perubahan iklim pun memperparah situasi. Gas rumah kaca yang terperangkap di atmosfer bumi meningkatkan suhu global, termasuk di Asia Tenggara. Dampaknya, gelombang panas menjadi lebih sering, intens, dan berkepanjangan.

Negara-negara yang terkena dampak gelombang panas ini termasuk Indonesia. Di Indonesia, misalnya, suhu telah melampaui rekor tertinggi dalam beberapa dekade terakhir, mengakibatkan kebakaran hutan yang merusak dan pencemaran udara yang parah.

Gelombang panas ini melanda berbagai negara di Asia Tenggara, di antaranya:

  • Thailand: Suhu di Bangkok mencapai 43.5 derajat Celcius, rekor tertinggi sepanjang masa.
  • Filipina: Suhu di beberapa wilayah mencapai 45 derajat Celcius, menyebabkan kekhawatiran akan krisis air.
  • Vietnam: Suhu di Hanoi mencapai 42 derajat Celcius, memicu peringatan kesehatan.
  • Laos: Suhu di Vientiane mencapai 41 derajat Celcius, mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Kamboja: Suhu di Phnom Penh mencapai 40 derajat Celcius, berdampak pada sektor pertanian.
  • Indonesia: Suhu di beberapa wilayah di Jawa dan Nusa Tenggara mencapai 40 derajat Celcius.